Arsip: Jawaban Tugas 2 Manajemen Semester 1 Universitas Terbuka
SOAL NO 1
Menurut saya, kebijakan penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan pengaturan kerja hybrid merupakan langkah progresif untuk mempercepat transformasi digital. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, integrasi data, dan pengambilan keputusan yang fleksibel dan berbasis data real-time.
Namun, meskipun teknologi ERP sudah diterapkan, efektivitasnya belum maksimal karena muncul resistensi atau penolakan dari karyawan, terutama bagian produksi dan logistik. Hal ini menandakan bahwa proses perubahan belum dikelola dengan baik secara menyeluruh, khususnya dalam sisi manajemen perubahan dan komunikasi internal. Efektivitas kebijakan tergantung pada kesiapan organisasi, keterlibatan semua pihak, dan penanganan resistensi dengan baik.
SOAL NO 2
Menurut saya ciri-ciri pengawasan yang efektif harus memiliki beberapa unsur:
- Transparansi, di mana tujuan dan proses pengawasan dipahami karyawan sehingga tidak menimbulkan rasa diawasi secara berlebihan.
- Kepercayaan, memberikan kebebasan tersentral pada karyawan dengan kontrol berbasis hasil, bukan pengawasan mikro yang bersifat mengintimidasi.
- Komunikasi dua arah, memungkinkan karyawan menyampaikan masukan dan mendapatkan feedback yang bersifat membangun.
- Fokus pada perbaikan dan pengembangan kinerja, tidak hanya untuk mencari kesalahan karyawan.
- Adaptabilitas, menyesuaikan cara pengawasan dengan kondisi lapangan dan karakter masing-masing karyawan.
SOAL NO 3
Alasan munculnya perlawanan karyawan terhadap kebijakan baru PT. Cipta Karya Baru:
- Kurangnya pelatihan sehingga alat baru (ERP) dianggap sulit dan membingungkan karyawan.
- Rasa diawasi yang kuat memicu ketidakpercayaan dan stres pada karyawan.
- Sistem kerja baru mengganggu rutinitas dan kenyamanan kerja lama.
- Kurangnya keterlibatan karyawan dalam proses perencanaan dan sosialisasi perubahan sehingga mereka merasa perubahan terlalu dipaksakan.
SOAL NO 4
Cara mengatasi perlawanan terhadap kebijakan baru PT. Cipta Karya Baru:
- Sosialisasi dan pelatihan secara komprehensif dan berkelanjutan agar karyawan memahami manfaat dan fungsi serta penggunaan ERP.
- Melibatkan karyawan secara aktif dalam tiap tahap perubahan agar menimbulkan rasa memiliki dan akan mengurangi resistensi.
- Komunikasi yang transparan dan terbuka. Hal ini akan memberikan ruang bagi karyawan untuk menyampaikan kekhawatirannya (misal PHK) dan memberikan solusinya.
- Menerapkan pengawasan berbasis kepercayaan dan hasil kerja, bukan kontrol berlebihan yang akan membuat karyawan tertekan.
- Memberikan dukungan teknis dan emosional, seperti pendampingan saat adaptasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi stres karena tekanan.
- Memanfaatkan pendekatan manajemen perubahan yang humanis dan bertahap, termasuk memberikan penghargaan dan motivasi untuk mendorong adopsi yang positif.
Secara keseluruhan, teknologi saja tidak cukup untuk manjadi tolak ukur suksesnya sebuah transformasi digital. Maka dari itu PT. Cipta Karya Baru perlu mengelola aspek karyawan dan organisasi dengan manajemen perubahan yang matang agar kebijakan modernisasi benar-benar berjalan efektif dan diterima oleh seluruh karyawan. Hal ini mencangkup pelibatan karyawan dalam proses perubahan, pelatihan karyawan, komunikasi dan pengawasan yang mendukung perubahan.
Sumber Referensi:
Kumparan.com. 2025. Transformasi Digital dan Dampaknya terhadap Praktik Manajemen Modern. Diakses pada 11 November 2025. https://kumparan.com/157_muhammad-razan-setiawan/transformasi-digital-dan-dampaknya-terhadap-praktik-manajemen-modern-24ujHhzFKvI/1
Telkomuniversity.ac.id. 2024. Apa itu Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan Fungsinya bagi Perusahaan. Diakses pada 11 November 2025. https://telkomuniversity.ac.id/apa-itu-sistem-enterprise-resource-planning-erp-dan-fungsinya-bagi-perusahaan/
Jurnal.id. 2025. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning): Jenis, Manfaat dan Cara Kerjanya. Diakses pada 11 November 2025. https://www.jurnal.id/id/blog/apa-itu-pengertian-dan-contoh-sistem-enterprise-resource-planning-erp/

Posting Komentar