Arsip: Jawaban Tuton Sesi 8 Bahasa Indonesia Universitas Terbuka

Daftar Isi

Jawaban Tuton Sesi 8 Matkul Bahasa Indonesia - Pada sesi 8 tutorial online mata kuliah Bahasa Indonesia membahas mengenai software untuk mengecek plagiasi serta similarity dari suatu tulisan baik itu skripsi, artikel, hingga jawaban soal diskusi.

Dari soal sesi 8 yang sudah dipublikasikan di e-learning, ada beberapa software yang harus mahasiswa jelaskan yaitu Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck dan Plagramme.


jawaban sesi 8 bahasa indonesia


Turnitin adalah software yang digunakan untuk mengecek plagiasi terpopuler dan paling banyak digunakan oleh institusi pendidikan di Indonesia. Turnitin menggunakan basis data besar yang mencakup publikasi akademik (jurnal, skripsi, buku dll), internet, serta dokumen yang sebelumnya sudah diunggah oleh pengguna internet. Cara kerja dari Turnitin adalah menghitung similarity index yang menunjukkan persentase kesamaan teks dengan sumber lain. Menurut penelitian, Turnitin sangat ampuh untuk mendeteksi plagiasi verbatim (penjiplakan langsung/copas) dan kesamaan dokumen, namun memiliki keterbatasan dalam mendeteksi parafrase karena basis pendeteksiannya yang masih menggunakan kecocokan teks. 

Plagiarism Checker adalah software yang digunakan untuk mengecek plagiasi dan bisa digunakan untuk umum, bahkan beberapa bisa digunakan dengan gratis. Biasanya plagiarism checker ini berfokus pada kecocokan teks dengan berbagai sumber di internet. Software ini lebih sederhana dan sering digunakan untuk pemeriksaan plagiasi instan. Beberapa versi Plagiarism Checker menggunakan algoritma pencocokan kata kunci dan indeks URL untuk mendeteksi kesamaannya. Namun, software ini kurang akurat jika dibandingkan database akademik terintegrasi seperti Turnitin karena cakupan database yang tidak terlalu besar. 

Unicheck adalah perangkat lunak yang digunakan sebagai alat deteksi plagiasi bagi institusi pendidikan dengan cara menggabungkan pemeriksaan kesamaan teks dengan laporan yang mudah dipahami oleh penggunanya. Unicheck menggunakan teknologi pencarian yang luas dan mencakup sumber dari cloud, publikasi, dan dokumen internal. Studi menunjukkan Unicheck memiliki kemampuan yang baik dalam mendeteksi plagiasi teks sederhana, serta mendukung integrasi dengan Learning Management System (LMS), sehingga memudahkan penggunaannya di lingkungan akademik. 

Sedangkan, Plagramme menggunakan teknologi pemrosesan bahasa alami (NLP) dan algoritma pembelajaran mesin untuk meningkatkan deteksi parafrase dan plagiasi yang tersembunyi. Teknologi pada plagramme ini memungkinkan untuk mengenali perubahan kata dan struktur kalimat meskipun sudah diubah. Penelitian membuktikan bahwa teknologi NLP dan deep learning seperti Plagramme bisa lebih efektif dalam mendeteksi plagiasi parafrase yang biasanya tidak bisa terdeteksi oleh sistem berbasis pencocokan teks seperti Turnitin. 

Jadi, perbedaan yang paling mendasar dari keempatnya adalah cakupan datanya, kemampuan teknologi yang digunakan dalam pendeteksiannya, dan tujuan penggunaannya yang disesuaikan dengan jenis plagiasi (teks verbatim atau parafrase) dan cara pendeteksiannya dalam literatur akademik.


Sumber referensi:

Ponikem. 2021. Penggunaan Aplikasi Plagiarism Checker dalam Pembelajaran Menulis Daring. Jurnal Ilmiah Guru:Dikpora DIY

Aravik, Havis dan Tohir, Ahmad. 2023. Sosialisasi Software Cek Plagiat Pada Mahasiswa Semester Akhir. Published by Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

DewaHoster.com. 2023. Cek Plagiasi Skripsi dengan Berbagai Macam Metode. Diakses pada 25 November 2025. https://blog.dewahoster.com/cek-plagiasi-skripsi-dengan-berbagai-macam-metode/

Posting Komentar