Ciri Khas Sistem Ekonomi dari Masa ke Masa dan Periode Kepemimpinan Paling Ideal di Indonesia

Daftar Isi

BagikanSaja.Com - Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia terus mengalami perubahan seiring dinamika politik dan cara pandang para pemimpinnya. Pada masa Presiden Soekarno (Orde Lama), Indonesia berupaya merumuskan sistem ekonomi yang sesuai dengan jati diri bangsa. Mohammad Hatta kemudian menggagas konsep ekonomi kerakyatan yang menekankan peran koperasi dan asas kekeluargaan sebagaimana tercermin dalam pasal 33 UUD 1945. Namun dalam perjalanannya, praktik ekonomi di masa tersebut bergeser menjadi sistem etatisme atau ekonomi komando di mana negara memegang kendali utama atas kegiatan ekonomi seperti produksi dan distribusi. Kondisi inilah yang pada akhirnya menyebabkan memburuknya perekonomian Indonesia, sehingga Indonesia mengalami hiperinflasi sekitar pertengahan tahun 1960 an. 


Sistem Ekonomi Indonesia Setiap Era Presiden


Memasuki masa Presiden Soeharto (Orde Baru), arah kebijakan ekonomi mulai berubah secara signifikan. Pemerintah mulai membuka ruang bagi masuknya modal asing dan menerapkan Trilogi Pembangunan yang berisi tiga sasaran utama yaitu stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya. Meskipun pemerintah menyatakan tidak menganut kapitalisme secara murni, dalam praktiknya liberalisasi ekonomi mulai berjalan dan peran sektor swasta semakin menguat. 

Pada era Reformasi hingga sekarang, perekonomian Indonesia semakin terintegrasi dengan perekonomian global dan mengarah pada pola neoliberalisme, salah satunya melalui keterlibatan dalam perdagangan bebas dan ketergantungan pada arus investasi internasional. Di sisi lain, pemerintah tetap berupaya menyeimbangkan dampak globalisasi dengan program-program berorientasi kerakyatan seperti subsidi dan bantuan sosial, terutama bagi kelompok masyarakat yang masih bergantung pada sektor ekonomi tradisional. 

Jika dilihat dari perjalanannya, masa awal kemerdekaan ketika para pendiri bangsa ini merumuskan konsep ekonomi kerakyatan sebenarnya merupakan periode yang paling pas. Pemikiran Bung Hatta yang kemudian diakomodasi dalam pasal 33 UUD 1945 memberikan landasan yang kuat karena menempatkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama melalui asas kekeluargaan dan usaha bersama. Menurut saya, konsep tersebut adalah yang paling ideal bagi Indonesia, karena dirancang agar pengelolaan kekayaan alam tidak hanya dikuasai oleh segelintir kelompok atau pihak asing, tetapi dikelola bersama untuk kesejahteraan rakyat. 

Namun, jika dilihat dari aspek stabilitas dan perencanaan pemerataan, konsep awal Orde Baru dengan Trilogi Pembangunannya juga memiliki sisi positif, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan penataan perekonomian nasional. Meskipun demikian, pada tahap penerapannya memiliki kelemahan antara lain karena kurangnya pengawasan dan kemudian membuka peluang munculnya praktik monopoli dan ketimpangan. 

Karena hal ini, periode yang paling ideal menurut saya bukan terletak pada satu masa kepemimpinan tertentu, melainkan pada semangat ekonomi yang bersumber dari amanat konstitusi yang menekankan kedaulatan dan kemakmuran rakyat. Kepemimpinan ekonomi yang ideal adalah kepemimpinan yang mampu menggabungkan efisiensi sektor ekonomi modern dengan perlindungan yang nyata bagi pelaku ekonomi rakyat kecil, sehingga dualisme ekonomi yang ada saat ini tidak lagi menimbulkan kesenjangan yang terlalu jauh. 

Sumber:

Suandi Hamid, Edy. 2022. Perekonomian Indonesia: Sistem dan Reformasi Ekonomi Indonesia. Tanggerang: Universitas Terbuka

Posting Komentar