Hakikat, Sifat, dan Fungsi Bahasa Manurut Jurnal Terpercaya

Daftar isi [Tampil]

Bahasa merupakan jendela untuk melihat dunia, alat komunikasi untuk berinteraksi, berbagi ide, dan membangun sebuah peradaban. Tidak heran jika ada banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk bisa memahami bahasa selain bahasa mereka sendiri (dalam artian mempelajari bahasa asing). Tapi ada juga yang mempelajari bahasa karena tuntutan pekerjaan (penerjemah).

Dalam artikel kali ini saya akan membahas lebih dalam lagi mengenai hakikat bahasa, sifat-sifat bahasa, serta fungsinya. Jadi buat sobat pembaca yang saat ini mungkin sedang mengerjakan tugas tentang bahasa, bisa simak ulasan dibawah ini.

Hakikat Bahasa: Sistem Lambang yang Arbitrer, Bermakna, Unik dan Konvensional


Hakikat Bahasa


Hakikat bahasa terletak pada sistemnya yang unik. Menurut Jurnal INTAJUNA: Jurnal Hasil Penelitian Studi Kepustakaan, Penilaian, Penerapan Teori Dan Kajian Analisis Di Bidang Pendidikan Bahasa menjelaskan bahwa hakikat bahasa adalah sistem lambang bunyi yang bermakna, arbitrer, unik, dan konvensional.  Sama dengan Jurnal Intajuna, Jurnal Tarbiyah juga menekankan hal yang sama bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer

Sistem Lambang

Bahasa tersusun dari lambang-lambang, yang umumnya berupa bunyi, namun dapat juga berupa simbol tertulis. Lambang-lambang ini tidak memiliki makna inheren atau bersifat melekat, melainkan memperoleh makna melalui kesepakatan sosial.

Contoh sederhana adalah ketika kita melihat rambu-rambu lalu lintas berwarna merah berarti kita harus "berhenti". Warna merah di sini adalah lambang yang disepakati untuk "berhenti" dalam dunia lalu lintas. 

Arbitrer

Hubungan antara lambang bahasa (bunyi atau tulisan) dan konsep yang diwakilinya bersifat mana suka atau arbitrer, seperti yang dijelaskan dalam Jurnal on Education yang mengutip Ferdinand de Saussure. Tidak ada alasan logis mengapa kata "kucing" mengacu pada hewan berkaki empat yang suka mengeong. Hal ini merupakan konvensi yang sudah disepakati bersama.

Contoh: Di Indonesia, kita menyebutnya "kucing", sementara di Inggris menyebutnya "cat", dan ada lagi di Jepang hewan ini disebut dengan "neko". Sebenarnya tidak ada hubungan alami antara bunyi "meong" ini dengan nama-nama tersebut.  

Bermakna

Bahasa memiliki makna yang dapat dipahami oleh pembicara dan juga pendengar, dengan catatan mereka mengerti bhasa tersebut.

Makna inilah yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan pertukaran informasi antara kedua belah pihak.

Contoh: Ketika seseorang berkata "Saya lapar", kalimat ini bermakna bahwa ia sedang merasakan kebutuhan untuk makan. Makna ini dipahami oleh pendengar yang mengerti bahasa tersebut.

Unik dan Konvensional

Setiap bahasa memiliki sistem lambang dan aturan yang unik, sehingga berbeda dengan bahasa lain. Namun, penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat bersifat konvensional atau mengikuti aturan dan kebiasaan yang berlaku agar dapat dipahami bersama.

Contoh: Bahasa Indonesia memiliki aturan "S-P-O-K" (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) dalam kalimat, sementara bahasa Inggris cenderung menggunakan "S-V-O" (Subjek-Verb-Objek). Ini adalah contoh keunikan dalam sistem bahasa. Selain itu, kata "Permisi" saat lewat di depan orang lain adalah salah satu bentuk konvensional sebuah bahasa yang merupakan wujud sopan santun dalam berbahasa. 

Sifat-Sifat Bahasa: Dinamis, Produktif, Sosial dan Universal


Fungsi Bahasa


Bahasa memiliki sejumlah sifat yang menjadikannya alat komunikasi yang fleksibel dan efektif. Berdasarkan kajian dalam beberapa jurnal yang dijadikan sumber, beberapa sifat bahasa yang bisa disimpulakan adalah sebagai berikut

Dinamis

Bahasa terus berkembang dan berubah seiring waktu. Menurut jurnal INTAJUNA: Jurnal Hasil Penelitian Studi Kepustakaan, Penilaian, Penerapan Teori Dan Kajian Analisis Di Bidang Pendidikan Bahasa menyebutkan bahwa bahasa bersifat dinamis dan menyesuaikan perkembangan zaman. Kosakata baru akan terus bermunculan. Makna kata juga dapat bergeser menjadikannya berbeda dengan makna sebelumnya, dan aturan tata bahasa pun juga dapat mengalami perubahan.

Contoh: Jika pada jaman dulu kata "nirkabel" mungkin jarang digunakan, namun dengan seiring perkembangan teknologi dan seiring perkembangan zaman, kata ini menjadi kosa kata yang umum dan memiliki arti untuk menggambarkan suatu koneksi tanpa kabel. 

Contoh lain: Kata "santuy" , kata "mager" dan juga kata "lebay" adalah beberapa contoh kosakata baru yang populer di kalangan anak muda saat ini dan masuk ke dalam penggunaan bahasa sehari-hari.

Produktif

Dengan jumlah elemen yang terbatas (fonem dan morfem), bahasa mampu menghasilkan ujaran yang tak terbatas jumlahnya. Sifat produktif ini memungkinkan manusia untuk mengungkapkan gagasan atau konsep yang lebih kompleks dan baru.

Contoh: Dari kata dasar "makan" saja, kita bisa membuat berbagai kalimat baru seperti kalimat dibawah ini 

  1. Saya makan sate
  2. Saya sedang makan mie
  3. Makanan itu enak rasanya
  4. Kemarin saya tidak makan

Dengan kombinasi kata yang terbatas, kita bisa membuat kalimat-kalimat baru yang tak terbatas dan tak terhingga.

Universal 

Meskipun setiap bahasa itu unik, terdapat prinsip-prinsip universal yang mendasari semua bahasa. Jika menurut penjelasan dari Jurnal Umpo, manusia menggunakan dan mempelajari bahasa sejak usia dini serta menjadikannya alat untuk mengungkapkan keinginan dan bersosialisasi dengan orang lain. Kemampuan berbahasa adalah ciri universal manusia yang membedakannya dari makhluk Tuhan yang lain.

Contoh: Semua bayi di dunia tanpa memandang suku dan bangsa, pasti memiliki kemampuan untuk belajar bahasa ibu mereka sendiri.

Contoh lainnya adalah semua bahasa dari berbagai negara memiliki kata ganti orang pertama (saya), kata ganti orang kedua (kamu), kata ganti orang ketiga (dia), kata kerja dan kata benda meskipun pengucapannya berbeda-beda.

Sistematis

Bahasa bukanlah kumpulan kata-kata acak, melainkan sebuah sistem yang terstruktur dengan mengacu pada tata bahasa atau gramatika. Gramatika adalah sebuah aturan yang mengatur bagaimana kata-kata disusun untuk menjadi kalimat yang bermakna.

Contoh: Kalimat sederhana pada "Adik makan apel" kalimat tersebut adalah kalimat yang benar. Namun jika ada kalimat lain seperti "Makan adik apel" sudah jelas bahwa kalimat tersebut tidak memiliki tata bahasa dalam Bahasa Indonesia meskipun kata yang digunakan dalam kalimat tersebut sama. Karena aturan inilah bahasa memiliki sifat sistematis.

Sosial

Bahasa adalah alat komunikasi sosial. Fungsinya tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun hubungan sosial dan juga memelihara hubungan sosial tersebut.

Contoh: Saat kita bertemu dengan seorang teman, kemudian kita menyapa "Hai, apa kabar?". Dalam sapaan ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berfungsi untuk memulai sebuah interaksi sosial. 

Setiap gaya bahasa yang digunakan saat berbicara dengan teman tentu akan berbeda dengan saat berbicara dengan atasan di dunia kerja, hal tersebut menunjukkan fungsi sosial bahasa dalam mengatur hubungan.

Fungsi Bahasa: Komunikasi, Kognitif, dan Ekspresi Diri


Fungsi Bahasa

Fungsi bahasa sangat beragam dan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Journal on Education menegaskan bahwa fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Lebih jauh lagi, fungsi bahasa dapat dispesifikasikan sebagai berikut:

  1. Fungsi Komunikasi: Merupakan fungsi bahasa yang paling mendasar. Bahasa memungkinkan manusia untuk menyampaikan ide, informasi, pikiran, dan perasaan kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan, seperti yang dijelaskan dalam jurnal diatas. EJournal UNIB juga menekankan bahwa bahasa adalah alat komunikasi dalam berbagai situasi dan aktivitas. Contoh: saat bertanya alamat kepada orang lain, mengirim SMS atau WA kepada teman, membaca berita di koran, serta presentasi di depan kelas.
  2. Fungsi Kognitif: Bahasa berperan penting dalam proses berpikir dan belajar. Bahasa membantu manusia untuk mengkategorikan pengalaman, mengabstraksi konsep, dan memecahkan masalah. Contoh: Saat belajar matematika, kita menggunakan bahasa untuk memahami soal, merumuskan langkah-langkah penyelesaian, dan menjelaskan jawaban. Berpikir dalam hati pun seringkali menggunakan bahasa internal.
  3. Fungsi Ekspresi Diri: Bahasa memungkinkan individu untuk mengungkapkan ekspresi, perasaan, dan kreativitas. Melalui bahasa, manusia dapat menciptakan karya sastra, seni, dan budaya. Contoh: menulis puisi, membuat status di media sosial yang mengungkapkan perasaan, bernyanyi, atau bahkan memilih kata dan gaya bicara yang khas.
  4. Fungsi Sosial: Bahasa bisa mempererat hubungan sosial, membangun identitas kelompok, dan mewariskan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Jurnal Umpo menyatakan bahwa dengan bahasa yang baik, seseorang dapat menciptakan keadaan sosial yang baik juga. Contoh: menggunakan bahasa daerah saat berkumpul dengan keluarga besar, menggunakan bahasa gaul yang sama dengan teman, serta saat mengikuti forum diskusi harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan forum tersebut.
  5. Fungsi Kontrol Sosial: Bahasa dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, memberikan perintah, membuat aturan, dan menegakkan norma sosial. Contoh: Rambu-rambu lalu lintas dengan tulisan "Dilarang Parkir" adalah contoh penggunaan bahasa untuk mengatur serta mengontrol pengendara kendaraan bermotor agar tidak parkir di suatu lokasi, peraturan sekolah yang dibacakan saat upacara, hingga himbauan pemerintah melalui iklan layanan masyarakat  adalah contoh lain fungsi kontrol sosial bahasa.

Kesimpulan

Bahasa adalah fenomena kompleks dengan hakikat yang mendalam, sifat-sifat yang khas, dan fungsi yang beragam. Memahami bahasa secara komprehensif, seperti yang dikaji dalam berbagai jurnal ilmiah sangat penting terutama dalam bidang jurnalistik yang sangat bergantung pada kekuatan bahasa untuk menyampaikan informasi secara efektif dan akurat kepada publik. Dengan memahami hakikat, sifat, dan fungsi bahasa seseorang dapat menggunakan bahasa dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. Pemahaman ini juga sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, membantu komunikasi agar lebih efektif, berfikir lebih terbuka, serta bisa berinteraksi dengan baik.


Referensi jurnal:

  1. Hakikat Bahasa Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar - Journal on Education: https://jonedu.org/index.php/joe/article/download/7418/5929/
  2. INTAJUNA: Jurnal Hasil Penelitian Studi Kepustakaan, Penilaian, Penerapan Teori Dan Kajian Analisis Di Bidang Pendidikan Bahasa - Kopertais 4: https://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/intajuna/article/download/4141/2970/
  3. Hakikat Bahasa bagi Anak Usia Dini dan Relevansinya Pada Peradaban - Journal Umpo: https://journal.umpo.ac.id/index.php/al-asasiyya/article/download/6920/2596
  4. JURNAL TARBIYAH, Vol. XXIV, No. 1, Januari-Juni 2017 ISSN: 0854 – 2627 - JURNAL TARBIYAH UINSU - UIN Sumatera Utara: https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/tarbiyah/article/download/167/211
  5. Bahasa sebagai Alat Komunikasi, Citra Pikiran, dan Kepribadian - eJournal UNIB: https://ejournal.unib.ac.id/semiba/article/download/11151/5537/26018

Sabda
Sabda Hello! Saya hanya seekor anak itik yang kadang suka nulis di Blog ini.

Posting Komentar untuk "Hakikat, Sifat, dan Fungsi Bahasa Manurut Jurnal Terpercaya"